Kids Zaman Now merupakan sebuah istilah populer yang sedang menggandrungi pemuda saat ini. Sebutan ini seakan menjadi mantra yang selalu diucapkan setiap saat dan menjadi ungkapan misuh bila ada tingkah laku konyol yang dilakukan oleh orang di sampingnya.
Kids Zaman Now diidentikkan pada seseorang yang over acting atau kebanyakan tingkah yang tidak mempunyai tujuan. Istilah ini menjadi populer semenjak seorang bocah mengupload fotonya di akun facebooknya saat sedang menguntal satu bungkus micin secara langsung. kelakuannya ini mendapat banyak reaksi dari berbagai kalangan atas tingkah anehnya itu. Di situlah istilah Kids Zaman Now mulai populer.
Dengan demikian apa perbedaan Kids Zaman Now dengan Generasi Post Micin, mengapa kedua istilah itu perlu dibandingkan. Seperti yang telah disebutkan di atas tentan Kids Zaman Now, Generasi Post Micin mempunyai peristilahan yang berbeda yaitu sebuah generasi kekinian tapi mereka males bergerak. Generasi ini kebanyakan menghayal tentang sebuah tujuan tapi action tidak pernah dilakukan. Generasi Post Micin, bergerak saja meles bagaimana mau tumbuh, begitu pisuhan yang dilontarkan oleh generasi millenial yang tidak mau digolongkan dengan dua generasi yang disebutkan di atas.
Baca juga : IRONI DAUN GANJA ; ANTARA BERKAH DAN TIPU DAYA
Melihat pada kasus tersebut bagaimana kedua generasi itu dalam memaknai sumpah pemuda yang mempunyai cita - cita yang sangat mulia. Sumpah Pemuda merupakan peristiwa sejarah yang sangat penting dalam kebangkitan Bangsa Indonesia yang mana dalam kongres itu berkumpul seluruh pemuda Indonesia dari berbagai daerah untuk kesatuan pumuda dalam melawan imperialisme - kolonialisme Belanda. Persatuan itu sebagai wujud untuk mengkonsolidasikan gerakan - gerakan yang ada di daerah - daerah menjadi satu tujuan yaitu mengusir penjajah dan membentuk sebuah negara kesatuan yaitu Indonesia Raya.
Berkaca pada semangat sumpah pemuda tersebut, apa tantangan yang dihadapi kids zaman now dan generasi post micin dalam kemajuan bangsa Indonesia. Seberapa pedulinya mereka pada semangat sumpah pemuda itu. Di sinilah dibutuhkan sebuah formula baru untuk membentengi semangat mereka agar tidak tersalur sia - sia. Keterlibatan semua pihak dan elemen sangat perlu dilakukan guna mensinergikan segala rumusan yang di ambil.
Membentengi kelakuan kids zaman now dan generasi post micin tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Itu tidak akan cukup karena sistem pendidikan yang diterapkan oleh mayoritas instansi pendidikan di Indonesia saat ini terbilang tidak manusiawi karena hanya memprioritaskan mengejar akreditasi sekolah. Pendidikan yang hanya memprioritaskan kognitifnya saja sangat sulit menjadi solusi karena itu hanya membuat anak - anak terkungkung dalam istana nilai.
Di sinilah perlu solusi bersama dalam memberi formula yang bagus dan baik serta bermanfaat terhada mental - spiritual anak. Pendidikan yang hanya mengutamakan kognitif menyebabkan seorang anak mempunyai mental hitam - putih atau taken for granted tanpa melihat adanya sebuah kemungkinan - kemungkinan.
